Tampilkan postingan dengan label legend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label legend. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Bali and Braided hair

Those photos were taken in Tanah Lot, Bali at 2005
Karena udah gak ada soft filenya jadi tadi aku harus scan foto-fotonya dulu :3

Waktu itu, aku masih tinggal di Surabaya jadi kita pergi ke Bali dengan mengendarai mobil, kira-kira perlu waktu 10 jam buat sampai di Bali.

Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Candi pantai Tanah Lot Pura mungkin adalah tempat yang paling terkenal dan paling banyak difoto di Bali. Pura Tanah Lot merupakan salah satu kuil Hindu yang paling suci di negeri ini.



tanah lot!
LEGENDS
Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.



po-po-po-poker faaaaace
 THEIR TRADITION
Candi Tanah Lot berada di atas di batu beberapa meter dari tanah, dan ketika air pasang dalam, ia menjadi pulau sendiri, dengan langkah-langkah yang terlihat seperti mereka menghilang jauh ke laut. Tetapi ketika pasang surut, pengunjung dapat berjalan di dasar laut ke dasar candi (tetapi tidak di dalam - candi hanya terbuka untuk berlatih Hindu Bali). Di dasar Tanah Lot, pengunjung bisa memasuki gua kecil dengan mata air suci dan menerima berkat akan tradisional yang baik, dilakukan dengan memercikkan air dan oleskan beras ke dahi.


he told us something..

katanya kalau punya keinginan terus airnya itu diusapin ke wajah nanti bisa terkabul (:

much ❤,
Larz

Rabu, 22 Februari 2012

Three sisters, Blue Mountains, Australia

The Three Sisters

The Three Sisters is the Blue Mountains’ most spectacular landmark. Located at Echo Point Katoomba, around 2.5 kilometres from the Great Western Highway, this iconic visitor attraction is experienced by millions of people each year. 
The Three Sisters is essentially an unusual rock formation representing three sisters who according to Aboriginal legend were turned to stone.
The character of the Three Sisters changes throughout the day and throughout the seasons as the sunlight brings out the magnificent colours.  The Three Sisters is also floodlit until around 11pm each evening looking simply spectacular set against the black background of the night sky.
Each of the Three Sisters stand at 922, 918 & 906 metres tall, respectively.
That's over 3000 feet above sea level!
me and mom at three sisters rock

The Legend
The Aboriginal dream-time legend has it that three sisters, 'Meehni', 'Wimlah' and Gunnedoo' lived in the Jamison Valley as members of the Katoomba tribe.
These beautiful young ladies had fallen in love with three brothers from the Nepean tribe, yet tribal law forbade them to marry.
The brothers were not happy to accept this law and so decided to use force to capture the three sisters causing a major tribal battle.
As the lives of the three sisters were seriously in danger, a witchdoctor from the Katoomba tribe took it upon himself to turn the three sisters into stone to protect them from any harm. While he had intended to reverse the spell when the battle was over, the witchdoctor himself was killed. As only he could reverse the spell to return the ladies to their former beauty, the sisters remain in their magnificent rock formation as a reminder of this battle for generations to come
For other stories : Three Sisters